Tuesday, March 31, 2009

Goes to Masjid in Little Rock AR



Alhamdulillah sebagai muslim patutlah saya berbangga bisa melaksanakan sholat idul fitri dan idul adha di negri paman sam ini tepatnya di gym kampus UALR Little Rock Arkansas. Ini semua tak lain adalah hasil upaya salah seorang teman yang kuliah di UALR bernama Teuku Aulia Geumpana asal Aceh. saya memnaggilnya dengan menggunakan sapaan abang. berkat ia dengan mengantarkan saya ke tempat ibadah membuat hati ini tak bisa berhenti mengucapkan banyak terima kasih. Solat di Mesjid itu merupakan salah satu ekspetasi terbesarku waktu datang ke US anyway...
setelah 7 bulan lamanya saya menetap di US, baru 2 kali saya bisa melaksanakan sholat jum'at. bukannya tak mau tapi Masjidnya terletak cukup jauh dari rumah, dan cuma satu2nya masjid yang berada disini (kayaknya sih iya) dan juga tak adanya kendaraan umum yang bisa digunakan untuk mencapainya serta pada saat itu masih jam sekolah di Little Rock Catholic High School For Boys...
pengeeen rasanya bisa sholat jumat lagi..biar genapin 3 kali...tapi masalahnya minggu depan mobil bang Aulia udah mau dijual nih...trus gimana ya??!R#%E!@EU#%^

oh iya kalo mau liat video aku waktu merayakan sholat idul fitri check this out http://www.youtube.com/watch?v=7DFDgZ3ECWE

Thursday, March 26, 2009

Alhamdulillah, menjadi anggota keluarga dari AFS dan Bina Antar Budaya menjadi suatu kebanggaan terbesar bagi diriku, apalagi bisa terpilih untuk berangkat ke luar negri demi mengharumkan nama tanah air dan menciptakan kedamaian dunia. Wah kayaknya ceritanya dah mirip super hero nih. Tapi memang benar, kalo AFSer itu adalah generasi super hero masa depan, yang akan memimpin bangsa dan menghargai perbedaan.

Oke deh, aku mau cerita. Hari pertama semenjak sampai di Little Rock Arkansas, aku dah mulai merasa gak enak—makanan beda,orangnya beda, bahasanya beda, budayanya juga beda, sendiri lagi—saat itu aku harus mengikuti orientasi sekali lagi selama satu hari di sebuah hotel dan juga mendapatkan kabar baik dan buruk dari coordinator AFS di Arkansas. Baiknya aku bakalan dijemput oleh hostfamilyku yang pertama “The Grillos” setelah orientasi. Dan buruknya besok aku udah hari pertama di sekolah—padahal adaptasinya blom mantap nih—Jadi malam pertamaku di rumah hostfam cuma menyiapkan perlengkapan sekolah untuk keesokan harinya. Perasaanku masih bercampur aduk antara senang, gugup dan sedih meninggalkan tanah air. Tapi inilah tanggung jawabku sebagai seorang exchange student. Di hari pertama aku di Catholic High School For Boys aku sungguh gugup melihat teman-teman berambut dan berbulu pirang. Lebih dari itu ketika upacara penerimaan siswa baru yang berlangsung di gym yang diketuai oleh salah seorang Bishop. Upacara ini sangat asing bagiku karena tak bisa kubayangkan bahwa dari 800-an siswa-siswa yang berkumpul hanya aku satu-satunya yang beragama Islam.nervous bo.

Tak dapat dipungkiri bahwasanya sebagian besar waktu yang aku habiskan adalah di sekolah, begitu juga teman-teman yang lain. Di tempat itulah aku belajar banyak hal dari bahasa sampai budaya mereka. Di sekolah yang hanya diperuntukkan bagi laki-laki ini juga termasuk sekolah yang ‘strict’. Disiplin banget. Terlebih lagi dengan peraturannya yang dimulai dari mencukur rambut,kumis dan jenggot,memakai seragam dan dasi, do’a sebelum belajar sampai kepada belajar agama katolik setiap hari. Yah, ini adalah sekolah religius unggulan, dan siswanya bukan saja Beragama katolik tapi juga ada yang beragama Protestan, Yahudi, Budha dan Islam.

Sementara itu, jika aku pergi dan pulang dari sekolah selalu diantar oleh hostfam karena tidak adanya kendaraan transportasi umum seperti taksi, becak, delman di Little Rock AR. Terkecuali bus yang hanya diperuntukkan bagi sekolah tertentu tidak termasuk sekolahku. Yup, Catholic High School merupakan sekolah unggulan tapi bukan sekolah terbesar yang dimana sekolah ini memegang rekor satu-satunya sekolah yang tak memiliki A.C. di Little Rockpadahal ada kok satu di Study Hall—. (...to be continued...)